(55) 445 521 455

Mon - Sat 8.00 - 17.00

Denver, Colorado

spot_img
spot_img
spot_img

TOP NEWS

spot_img

BERITA LAINNYA

UMKM Makin Ngebut! Teknologi Digital Dorong Pertumbuhan Bisnis Lebih Cepat

TANGGERANG – TERASKITA.WEB.ID – USAHA Mikro Kecil dan Menengah (UMKM) harus selalu memiliki inovasi. Tidak hanya itu, UMKM pun perlu terus meningkatkan akses teknologi digital mereka di era modern ini. Co-Founder & CEO Kals Group Haykal Kamil mengatakan bahwa digitalisasi sudah bukan menjadi pilihan bagi UMKM. “Melainkan keharusan strategis bagi keberlangsungan bisnis,” katanya dalam keterangan pers yang diterima Tempo pada akhir Oktober 2025.

Haykal mengatakan kebutuhan UMKM dalam mengakses teknologi digital serta melakukan berbagai inovasi sangat penting di era modern ini. “UMKM yang tidak beradaptasi dengan digitalisasi berisiko kehilangan relevansi. Dunia berubah cepat, bukan hanya bagaimana kita menjual, tapi bagaimana kita berpikir tentang pelanggan,” ujar Haykal.z

Haykal berbicara hal ini dalam sesi bertajuk “Why Digitalization is Non-Negotiable for SMEs in 2025” di acara SME DigitalFest 2025. Sesi ini menjadi pengingat bahwa transformasi digital tidak hanya tentang teknologi, tetapi juga tentang mindset, keberanian berinovasi, dan kemampuan menciptakan nilai baru di tengah kompetisi yang semakin dinamis.

Baca Juga  Direktur Tegaskan Rawat Jalan RSUD Jatisari Tetap Aktif 16 Februari

SME DigitalFest 2025 digelar dengan tema besar “Nadi Digital UMKM: Akselerasi Inovasi & AI-Ready”. Acara ini menjadi forum strategis lintas sektor yang mempertemukan pemerintah, pelaku usaha, akademisi, dan inovator digital dalam satu ruang kolaboratif untuk mempercepat kesiapan UMKM Indonesia menghadapi era ekonomi berbasis kecerdasan buatan (AI). Tema “Nadi Digital UMKM” merepresentasikan semangat baru pelaku usaha nasional untuk menjadikan inovasi, teknologi, dan konektivitas sebagai fondasi pertumbuhan ekonomi berkelanjutan.

“Akselerasi Inovasi” menandai komitmen untuk tidak sekadar beradaptasi terhadap perubahan, melainkan memimpin arah transformasi. Sementara “AI-Ready” menjadi simbol kesiapan UMKM menghadapi babak baru ekonomi digital, di mana efisiensi, data, dan kecerdasan buatan menjadi sumber daya strategis. “Kami membantu UMKM naik kelas dan memastikan toko Anda bukan sekadar tempat dilihat, tapi juga tempat terjadinya transaksi nyata di dunia digital,” ujar VP & Country Manager Exabytes Indonesia dalam sambutannya Indra Hartawan.

Baca Juga  Jalan Berlubang di Pantura Klari–Jatisari: Ancaman Nyata di Tengah Janji Perbaikan

Indra mengatakan bahwa UMKM adalah nadi perekonomian Indonesia yang kini harus bertransformasi ke era digital. Dengan dukungan teknologi dan AI, pelaku UMKM dapat meningkatkan efisiensi, menjangkau pasar lebih luas, dan tetap relevan di tengah perubahan perilaku konsumen yang kini lebih nyaman berbelanja daring. “Melalui inisiatif AI Hosting, kami hadir mendukung langkah besar ini. Kami percaya masa depan UMKM Indonesia ditentukan oleh kemampuan mereka untuk beradaptasi, berinovasi, dan berkolaborasi,” katanya.

Sebelumnya Indonesia memiliki lebih dari 64 juta UMKM yang berkontribusi pada 61 persen terhadap Produk Domestik Bruto (PDB) dan menyerap 97 persen tenaga kerja nasional. UMKM berperan sebagai pilar utama sekaligus motor penggerak ekonomi digital Indonesia. Plt. Direktur Perdagangan Melalui Sistem Elektronik dan Perdagangan Jasa Bambang Wisnubroto mengatakan arah kebijakan pemerintah dalam memperkuat ekosistem perdagangan digital nasional dan memperluas partisipasi UMKM di pasar global.

Baca Juga  Dari Klarifikasi ke Konfrontasi: Polemik Jurnalis vs Unsika Memanas

Founder Kebab Turki Baba Rafi & CEO PT Nava Sari Kreasi Nilam Sari , Co-Founder ukmindonesia.id & Founder tumbu.co.id Dewi Meisari Haryanti, dan CEO Tetra Jaya Plusindo & Miss Indonesia Jawa Barat 2016 Zahra Amalina pun mengingatkan tentang pentingnya membangun visibilitas, kredibilitas, dan kepercayaan konsumen melalui strategi digital yang otentik dan berorientasi pada nilai. Mereka menegaskan bahwa keunggulan UMKM tidak hanya terletak pada produk, tetapi juga pada kemampuan adaptif dan kekuatan narasi yang menghubungkan merek dengan pelanggan.

Zahra Amalina menambahkan festival digital seperti ini bisa menjadi salah satu cara untuk memperkuat ekosistem UMKM. “Semoga kolaborasi seperti ini terus berlanjut untuk memperkuat ekosistem UMKM dan generasi muda pelaku bisnis di Indonesia,” kata Zahra. (Red)

(Sumber: Tempo.co)

TRENDING

Dari Klarifikasi ke Konfrontasi: Polemik Jurnalis vs Unsika Memanas

Karawang | Teraskita.web.id — Halaman Universitas Singaperbangsa Karawang (Unsika)...

Jalan Berlubang di Pantura Klari–Jatisari: Ancaman Nyata di Tengah Janji Perbaikan

Karawang | Teraskita.web.id — Sejak Jumat, 20 Februari 2026,...

Lapas Kelas IIA Karawang Siapkan Petugas Jaga Stabilitas Selama Ramadhan

Karawang | Teraskita.web.id – Menjelang bulan suci Ramadhan 1447...

Icang Rahardian Instruksikan Kepung Unsika Jika Tak Ada Permintaan Maaf

Jakarta | Teraskita.web.id — Ketua Umum Ikatan Wartawan Online...

Angkatan ke-30 SMAN 1 Telukjambe Siap Songsong Era Baru Lewat “Altiera”

Karawang | Teraskita.web.id – SMAN 1 Telukjambe Timur yang...

Penghentian Sementara Distribusi Air IPA Tirtajaya Disetop Sementara

Karawang | Teraskita.web.id– Perumdam Tirta Tarum mengumumkan penghentian sementara...
spot_img
spot_img

INSPIRATIF

spot_img

Popular Articles

UMKM