GARUT – TERASKITA.WEB.ID – Dalam rangka membuka lapangan kerja sekaligus mendorong kemandirian ekonomi masyarakat, Yayasan Indonesia Setara (YIS) berkolaborasi dengan OK OCE Forever, UMKM Sahabat Sandi, dan PT Central Horti Agro Makro Potato (CHAMP) menggelar pelatihan UMKM. Pelatihan bertajuk Si Iklas: Kreasi Usaha Komoditas Lokal Olahan Kentang-Keripik dan Pizza Kentang. Pelatihan yang diikuti 50 peserta dari kalangan pelaku UMKM dan ibu rumah tangga di Garut dilaksanakan di Pusat Pelatihan Pertanian dan Pedesaan Swadaya (P4S), Kampung Cilame, Desa Tambakbaya, Kecamatan Cisurupan, Kabupaten Garut, Jumat (24/10/2025).
Kegiatan ini bertujuan membekali peserta dengan keterampilan mengolah kentang lokal menjadi produk bernilai jual seperti keripik dan pizza kentang. Selain itu, peserta juga diperkenalkan pada pemanfaatan teknologi kecerdasan buatan (AI) untuk strategi pemasaran digital dan penguatan jejaring usaha di kalangan UMKM dan perempuan pelaku ekonomi.
Founder Yayasan Indonesia Setara (YIS) Sandiaga Uno mengatakan, YIS didirikan atas nilai kesetaraan dengan misi memberikan kesempatan yang sama bagi semua orang untuk berkontribusi di bidang pekerjaan, pendidikan, dan ekonomi.
“Melalui program ini, kami ingin menghadirkan kegiatan yang tidak hanya memberdayakan perempuan, tetapi juga mengangkat potensi daerah melalui komoditas lokal seperti kentang khas Garut yang diolah menjadi produk bernilai tambah,” ujar Sandiaga, Senin (27/10/2025).
Menurut dia, kelas memasak dipilih karena mudah diterapkan dan cepat menghasilkan. Selain membuka peluang usaha rumahan, kegiatan ini juga memperkuat ekonomi lokal melalui keterlibatan petani dan pelaku UMKM setempat.
Semangat YIS adalah kolaborasi dan silaturahmi, bukan kompetisi. Karena itu, pelatihan ini juga menjadi bagian dari program inkubasi tahap kedua yang memadukan pelatihan produksi dengan pembelajaran digital marketing berbasis AI seperti penggunaan ChatGPT.
Hal senada disampaikan Direktur PT CHAMP Muhammad Khudori. Dia mengapresiasi kegiatan pelatihan tersebut.
Dia turut memberikan materi mengenai jenis-jenis kentang dan potensi pengembangannya di Indonesia. Menurut Khudori, tidak semua kentang cocok untuk diolah menjadi keripik atau pizza kentang.
“Kentang yang digunakan dalam pelatihan ini merupakan jenis kentang industri khusus olahan. Teksturnya lebih padat, kadar airnya rendah, dan ukuran umbinya seragam sehingga menghasilkan produk yang renyah dan konsisten,” ujarnya.
Khudori menilai potensi kentang lokal, termasuk dari Garut sangat besar bila dikelola dengan baik melalui kemitraan antara petani, UMKM, dan industri pengolahan.
“Pemanfaatan komoditas lokal seperti kentang tidak hanya memberikan nilai tambah ekonomi, tetapi juga memperkuat ketahanan pangan dan kemandirian usaha berbasis sumber daya daerah,” katanya.
(Red)
(Sumber: SindoNews)








