KARAWANG, TERASKITA.WEB.ID – Semangat baru tumbuh di Kecamatan Tegal Waru. Wakil Bupati Karawang, H. Maslani, mewakili Bupati Karawang menghadiri kegiatan Pelayanan Administrasi Terpadu Kecamatan (PATEN) yang digelar di halaman kantor Kecamatan Tegal Waru, Kamis (30/10/2025).
Dalam kegiatan tersebut, Wabup Maslani secara resmi meluncurkan program unggulan di bidang kesehatan yang berpusat di Puskesmas Tegal Waru. Peluncuran ditandai dengan pelepasan balon ke udara, disambut antusias oleh warga yang hadir memenuhi area kegiatan.
Camat Tegal Waru dalam laporannya menyampaikan sejumlah aspirasi masyarakat, di antaranya permintaan penyediaan air bersih dari PDAM, pembangunan bumi perkemahan permanen, serta perhatian lebih terhadap pengembangan sektor pariwisata lokal. Menurutnya, wilayah Tegal Waru kerap mengalami kekeringan saat musim kemarau dan membutuhkan solusi jangka panjang untuk kebutuhan air bersih.
Menanggapi hal itu, perwakilan PDAM Karawang yang turut hadir menjelaskan bahwa rencana pengembangan jaringan PDAM akan mulai menjangkau wilayah Tegal Waru pada tahun 2026 mendatang.
Dalam kesempatan yang sama, Wabup Maslani menyoroti masalah stunting yang masih menjadi tantangan di Tegal Waru. Berdasarkan laporan, terdapat 111 kasus stunting yang saat ini tengah ditangani. Ia meminta agar penanganan dilakukan secara berkelanjutan dan terintegrasi.
“Kita ingin masalah stunting ini bisa ditekan dengan langkah nyata, mulai dari edukasi remaja putri, pemenuhan gizi, hingga sinergi lintas sektor,” ujar Maslani.
Kepala Puskesmas Tegal Waru memaparkan berbagai upaya yang telah dilakukan, seperti pemberian makanan tambahan (PMT) untuk balita, pendampingan bagi remaja putri dalam pencegahan anemia, serta koordinasi lintas desa dalam pemantauan gizi. Selain itu, terdapat pula program tambahan gizi berupa pembagian telur dan susu bagi anak-anak, yang dilaksanakan dengan dukungan penuh dari Bupati Karawang dan partisipasi perangkat kecamatan.
Kegiatan PATEN di Tegal Waru menjadi momentum penting dalam memperkuat pelayanan publik, meningkatkan kesadaran kesehatan masyarakat, serta mempererat komunikasi antara pemerintah daerah dan warga.








