KARAWANG | TERASKITA.WEB.ID — Sejumlah titik di ruas Jalan Rengasdengklok–Sungaibuntu kembali ditemukan berlubang, meski jalur tersebut baru beberapa bulan lalu selesai diperbaiki dengan spesifikasi aspal berstandar tinggi. Kondisi ini langsung memicu tanda tanya masyarakat mengenai mutu pengerjaan dan efektivitas pengawasan proyek infrastruktur di wilayah utara Karawang.
Keluhan warga muncul sejak pekan terakhir. Pengendara, termasuk warga sekitar dan wisatawan yang melintas menuju kawasan pesisir, mengaku terganggu dengan kemunculan lubang-lubang kecil hingga menganga di beberapa bagian jalan.
“Baru diperbaiki, tapi kok sudah mulai rusak lagi? Kita jadi khawatir apalagi banyak warga dan wisatawan lewat jalur ini,” ujar warga setempat.
Tidak hanya mempertanyakan kualitas proyek, sejumlah warga bahkan menduga adanya pihak yang sengaja merusak atau melubangi jalan, karena pola kerusakan dinilai tidak wajar dan muncul di titik-titik tertentu. Dugaan ini masih sebatas kekhawatiran warga dan belum terbukti, namun mereka berharap pemerintah melakukan pengecekan menyeluruh.
Proyek Besar, Ekspektasi Besar
Pemerintah Kabupaten Karawang sebelumnya mengumumkan bahwa peningkatan Jalan Rengasdengklok–Sungaibuntu berjalan dengan progres signifikan dan dikerjakan bekerja sama dengan CV Artha Gemilang Arisentosa dengan nilai HPS Rp 15 miliar.
Bupati Karawang Aep Syaepuloh menyampaikan proyek ini merupakan bagian dari percepatan pembangunan infrastruktur di wilayah utara.
Pelebaran bahu jalan sepanjang 5,6 kilometer telah rampung, dengan penambahan 1 meter di sisi kiri dan kanan. Setelah itu, pengaspalan dilanjutkan menggunakan Asphalt Concrete Wearing Course (AC/WC) setebal 5 cm dengan lebar 7 meter, yang diklaim memiliki standar mutu tinggi.
Pada tahap uji coba, proyek ini menggunakan 100 ton aspal untuk 127 meter pertama dalam proses Trial Compact sebelum pengaspalan penuh dilakukan.
Dengan spesifikasi tersebut, Pemkab menargetkan jalur yang lebih kuat untuk mendukung mobilitas warga, wisatawan, serta distribusi hasil pertanian dan perikanan.
Fakta Berlawanan di Lapangan
Temuan lubang di sejumlah titik memunculkan banyak pertanyaan masyarakat:
- Apakah pengerjaan sudah sesuai standar teknis?
- Apakah struktur jalan tidak dirancang untuk volume lalu lintas yang ada?
- Apakah pengawasan lapangan kurang ketat?
- Atau benar dugaan warga bahwa ada pihak yang sengaja merusak jalan?
Hingga kini, belum ada pernyataan resmi dari dinas terkait mengenai penyebab awal kerusakan maupun respons atas dugaan warga tersebut.
Harapan Warga: Evaluasi Total dan Perbaikan Cepat
Warga sekitar berharap pemerintah daerah tidak hanya melakukan pengecekan teknis, tetapi juga memberikan penanganan cepat sebelum kerusakan semakin meluas. Mereka menilai jalan tersebut merupakan akses vital penghubung aktivitas ekonomi, pendidikan, pariwisata, dan mobilitas harian masyarakat.
Masyarakat juga meminta Pemkab Karawang meningkatkan pengawasan terhadap proyek-proyek serupa ke depan serta memastikan kualitas pengerjaan yang transparan. Banyak warga berharap pemerintah melakukan evaluasi menyeluruh terhadap kontraktor agar hasil pembangunan sesuai harapan dan tidak membebani anggaran daerah secara berulang.
Selain itu, warga berharap perbaikan titik-titik berlubang dilakukan sesegera mungkin demi keselamatan pengendara, terutama pada malam hari.
“Kami berharap pemerintah cepat turun tangan. Jangan sampai menunggu ada korban,” ujar warga lainnya.








