(55) 445 521 455

Mon - Sat 8.00 - 17.00

Denver, Colorado

spot_img
spot_img
spot_img

TOP NEWS

spot_img

BERITA LAINNYA

Jalan Berlubang di Pantura Klari–Jatisari: Ancaman Nyata di Tengah Janji Perbaikan

Karawang | Teraskita.web.id — Sejak Jumat, 20 Februari 2026, perjalanan saya dari Klari menuju Jatisari melalui ruas Jalan Pantura bukan lagi sekadar rutinitas harian.

Ia berubah menjadi perjalanan penuh kecemasan—antara harapan sampai tepat waktu dan rasa waswas apakah saya bisa pulang dengan selamat.

Arus lalu lintas di jalur vital ini nyaris tak pernah lengang. Kepadatan sudah terasa sejak Terminal Klari, berlanjut di lampu merah Klari, merayap di depan Desa Duren, hingga kembali tersendat saat melintasi Pasar Kosambi.

Kemacetan seolah menjadi menu wajib di pertigaan arah Cengkong, berlanjut di Dawuan, dan mencapai titik paling mengkhawatirkan di Simpang Jomin.
Namun ironisnya, kemacetan bukan semata karena volume kendaraan yang tinggi.

Di banyak titik menuju Jatisari, laju kendaraan justru melambat akibat jalan yang berlubang. Lubang-lubang menganga di badan jalan memaksa pengendara roda dua maupun roda empat bermanuver mendadak, menghindar di tengah padatnya arus kendaraan.

Tak jarang, kendaraan besar saling serobot di Simpang Jomin, terlebih saat dua lajur menyempit menjadi satu jalur akibat kerusakan jalan.

Situasi ini bukan hanya merusak kendaraan, tetapi juga membuka peluang kecelakaan yang bisa merenggut nyawa.
Beberapa waktu lalu memang sempat ada perbaikan.

Tambal sulam dilakukan di sejumlah titik. Namun pertanyaan besarnya: mengapa tidak dituntaskan?

Mengapa perbaikan terkesan setengah hati, cukup untuk meredam keluhan sesaat, tetapi belum mampu menghadirkan rasa aman secara menyeluruh?

Bagi saya, jalan ini bukan sekadar jalur lintasan ekonomi. Ini adalah rute harapan.

Setiap pagi dan malam, saya harus bolak-balik menuju RSUD Jatisari untuk menjenguk anak yang sedang dirawat.

Dalam gelapnya malam, lubang-lubang di jalan kerap tak terlihat. Ban kendaraan menghantam aspal rusak tanpa peringatan.

Beberapa kali saya hampir terjatuh. Beberapa detik saja bisa menjadi pembeda antara sampai di rumah atau justru menjadi korban berikutnya.

Tulisan ini bukan untuk menyalahkan siapa pun. Namun sudah saatnya para pemangku kebijakan—dari level kabupaten, provinsi, hingga pusat—membuka mata lebih lebar.

Jalan rusak di jalur Pantura Klari–Jatisari bukan lagi persoalan estetika infrastruktur, tetapi soal keselamatan publik.

Jangan sampai respons hanya berhenti pada kalimat, “iya, akan segera diperbaiki.”

Sebab di balik setiap lubang jalan, ada potensi kecelakaan. Dan di balik setiap kecelakaan, ada keluarga yang menunggu di rumah—berharap orang yang mereka cintai pulang dengan selamat.

Kerja nyata bukan lagi pilihan. Ia adalah keharusan. Sebelum lubang-lubang itu kembali memakan korban berikutnya.

(Penulis Feature : Ketua IWO Indonesia DPD Karawang)

TRENDING

‎QNF Chapter 5 Hadir Lebih Spektakuler, Gabungkan Musisi Pop, Rock, Folk dan Indie

QNF CHAPTER 5 HADIR LEBIH BESAR, HADIRKAN 10 LINE...

Anggota DPRD Karawang H. Erick Heryawan: Saatnya Pemerintah dan Masyarakat Besarkan GOKAR

Karya Anak Daerah Harus Didukung, H. Erick: GOKAR Bisa...

Tidak Menolak Hadiah Konsumen, Indomaret Karawang Jelaskan Mekanisme Program Teh Pucuk Harum

KARAWANG | teraskita.web.id | Menanggapi pemberitaan yang telah dipublikasikan...

Hadiah Promosi Teh Pucuk Harum Tak Bisa Diklaim di Indomaret, Ini Pengakuan Pelanggan

Pelanggan Kecewa Hadiah Teh Pucuk Harum Ditolak Indomaret Green...

‎PT. Saiko Mezasu Sejahtera: Generasi Muda Harus Kompeten, Berkarakter, dan Menguasai Bahasa Asing

KARAWANG | teraskita.web.id |  Pelaksanaan Lomba Kompetensi Siswa (LKS)...

‎Syuhada Wisastra GOKAR Hadir Mendukung Pendidikan Vokasi dan Pengembangan Talenta Digital Karawang ‎

KARAWANG | teraskita.web.id | Dukungan terhadap penyelenggaraan Lomba Kompetensi...
spot_img
spot_img

INSPIRATIF

spot_img

Popular Articles

UMKM