(55) 445 521 455

Mon - Sat 8.00 - 17.00

Denver, Colorado

spot_img
spot_img
spot_img

TOP NEWS

spot_img

BERITA LAINNYA

Pemkab Bekasi Atur Skema WFH 50 persen, Dinas Pelayanan Tetap Masuk Kantor

CIKARANG PUSAT | Teras Kita | Pemerintah Kabupaten Bekasi mulai menerapkan kebijakan Work From Home (WFH) bagi Aparatur Sipil Negara (ASN) sebagai tindak lanjut surat edaran Kementerian Dalam Negeri tertanggal 31 Maret 2026 tentang penyesuaian budaya kerja.

Sekretaris Daerah Kabupaten Bekasi, Endin Samsudin, mengatakan kebijakan tersebut memperbolehkan pelaksanaan WFH hingga 50 persen bagi perangkat daerah yang bersifat pendukung.

“Untuk dinas pelayanan langsung dan yang menangani kebencanaan tetap 100 persen bekerja di kantor,” ujarnya.

Ia menegaskan, pengaturan teknis pelaksanaan WFH diserahkan kepada masing-masing kepala perangkat daerah, dengan syarat tidak mengganggu pelayanan publik. Sementara itu, pejabat pimpinan tinggi pratama, administrator, pengawas, dan kepala tim tetap diwajibkan bekerja dari kantor.

Baca Juga  Pegawai SPPG Jayabakti Mengaku Diberhentikan karena Tak Dukung Kades Incumbent

“WFH ini dilaksanakan satu hari dalam seminggu. Untuk penetapan harinya masih menunggu edaran resmi, meskipun dalam edaran Mendagri disebutkan hari Jumat,” jelasnya.

Selain kebijakan WFH, Pemkab Bekasi juga tengah mempersiapkan pelaksanaan Musyawarah Perencanaan Pembangunan (Musrenbang) tahun 2026 untuk perencanaan pembangunan tahun 2027. Puncak Musrenbang dijadwalkan berlangsung pada 8 April 2026 di Wibawa Mukti.

Dengan mengusung tema “Infrastruktur Berkeadilan untuk Konektivitas, Pelayanan Berkualitas, dan Ekonomi Berkelanjutan”, seluruh perangkat daerah diminta menyusun program prioritas yang berdampak langsung bagi masyarakat.

Baca Juga  Kejari Karawang Buka Lelang Terbuka, Ada Barang Mulai Rp9 Ribu

“Program yang diusulkan harus benar-benar prioritas dan manfaatnya dirasakan masyarakat,” tegas Endin.

Dalam kesempatan itu, ia juga menyoroti implementasi Undang-Undang Nomor 1 Tahun 2022 tentang Hubungan Keuangan antara Pemerintah Pusat dan Daerah, khususnya terkait kewajiban alokasi belanja pegawai sebesar 30 persen dalam APBD.

Menurutnya, aturan tersebut masih memberikan fleksibilitas sesuai kemampuan keuangan daerah, bahkan memungkinkan alokasi di atas 30 persen dengan persetujuan pemerintah pusat.

Untuk memenuhi ketentuan tersebut, Pemkab Bekasi terus mengupayakan peningkatan Pendapatan Asli Daerah (PAD), serta membuka peluang pembiayaan dari bantuan keuangan provinsi dan pusat, termasuk Dana Alokasi Khusus (DAK).

Baca Juga  HUT RI ke-81, IWO Indonesia Karawang Serukan Pemerintahan Berpihak Rakyat

“Seluruh perangkat daerah harus mampu memanfaatkan peluang ini agar APBD kita tetap sehat,” ujarnya.

Endin juga mengajak seluruh ASN untuk meningkatkan integritas dan semangat kerja dalam mendukung pembangunan daerah.

“Dengan semangat bersama, kita wujudkan Kabupaten Bekasi yang bangkit, maju, dan sejahtera,” pungkasnya.

  1. # Dilangsir Bekasikab. go.id

TRENDING

GOKAR Dorong Kolaborasi dengan SMPN 1 Karawang Timur, CSR untuk Dukung Kemajuan Pendidikan

KARAWANG | teraskita.web.id |  PT GOKAR Digital Inovasi Nusantara...

Warung Ojol Polresta Karawang Jadi Momentum, GOKAR Dorong Penguatan Ekonomi Putra Daerah

KARAWANG | teraskita.web.id |  Peresmian Warung Ojol Polresta Karawang...

GOKAR Sahabat Pelajar, Transportasi Online Lokal Didorong Berkontribusi bagi Pendidikan Karawang

KARAWANG | teraskita.web.id |  PT GOKAR Digital Inovasi Nusantara...

UBP Karawang Perkuat Pendidikan Inklusif, Mahasiswa Disabilitas Diajak Wujudkan Mimpi ‎

KARAWANG | teraskita.web.id | Universitas Buana Perjuangan (UBP) Karawang...

‎HUT RI ke-81, Pedagang Kantin Pemda Karawang Apresiasi Bupati dan GOKAR

KARAWANG | teraskita.web.id | Sejumlah pedagang kantin di lingkungan...

‎HUT RI ke-81 di Karawang, Kajari Dedy Irwan: Semangat Merah Putih Harus Tetap Menyala

KARAWANG | teraskita.web.id | Suasana khidmat menyelimuti lapangan upacara...
spot_img
spot_img

INSPIRATIF

spot_img

Popular Articles

UMKM