(55) 445 521 455

Mon - Sat 8.00 - 17.00

Denver, Colorado

spot_img
spot_img
spot_img

TOP NEWS

spot_img

BERITA LAINNYA

Askun Kritik Proyek Drainase Asal Jadi, Sindir Kabid SDA dan Desak APH Turun Tangan

KARAWANG | TERASKITA.WEB.ID – Konsep ‘Pentahelix’ yang didengungkan Bidang Sumber Daya Air (SDA) Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang (PUPR) Karawang kembali mendapat sorotan tajam.

Pengamat kebijakan pemerintahan, Asep Agustian, membongkar dugaan potret buram dalam pelaksanaan proyek, yang ironisnya terjadi setelah seorang Kepala Bidang (Kabid) SDA lantang mengklaim diri “bersih”.

Proyek pembangunan drainase di Jalan Puri Telukjambe, Kecamatan Telukjambe Timur, yang menelan Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah (APBD) Karawang senilai kurang lebih Rp1,4 miliar dan dikerjakan oleh CV Trisula Wijaya, menjadi sasaran kritik utama Askun, sapaan akrab Asep Agustian.

Baca Juga  Christo Paparkan Strategi WBK Saat Kunjungan Ombudsman RI ke Lapas Karawang

Menurut Askun, pelaksanaan proyek drainase tersebut terindikasi kuat dikerjakan asal jadi dan menyalahi Kerangka Acuan Kerja (KAK).

Pelaksana diduga tetap melanjutkan pengerjaan meski lokasi proyek masih dalam kondisi tergenang air.

“Faktual hukum, faktual yang saya lihat proyek drainase di Puri, siapapun pelaksananya dikerjakan dalam kondisi banjir. Lalu, keberadaan material pasir di proyek itu buat apa?” tegas Ketua DPC Peradi Karawang ini.

Kritikan Askun tak berhenti di proyek drainase. Ia juga menyoroti proyek sabuk pantai yang lamban dan terindikasi tidak selesai di akhir tahun 2025 dengan anggaran nyaris Rp1 miliar

Baca Juga  Jalan Berlubang di Pantura Klari–Jatisari: Ancaman Nyata di Tengah Janji Perbaikan

“Dengan faktual potret buram sejumlah proyek SDA PUPR Karawang yang saya beberkan—baik proyek sabuk pantai dan proyek drainase di dekat pusat kota—maka di mana letak pentahelix-nya?” tanya Askun kembali menyindir Kabid SDA Aris.

Konsep Pentahelix yang dimaksud, yang diklaim menjawab “lingkaran setan” dalam pembangunan, kini dipertanyakan keberadaannya di lapangan.

Menyikapi temuan ini, Askun mendesak Aparat Penegak Hukum (APH) untuk tidak tinggal diam dan segera melakukan penyelidikan.

“APH harus bisa mengungkap, kalau proyek itu tidak benar di mana letak tidak benarnya, dan jika proyek itu benar di mana letak benarnya. Kalau APH tidak selidiki, maka patut dipertanyakan ada hubungan apa antara APH dengan ‘Kabid Pentahelix’,” pungkas Askun, menantang Kabid SDA untuk mempertanggungjawabkan ucapannya. (Red)

Baca Juga  Direktur Tegaskan Rawat Jalan RSUD Jatisari Tetap Aktif 16 Februari

TRENDING

Dari Klarifikasi ke Konfrontasi: Polemik Jurnalis vs Unsika Memanas

Karawang | Teraskita.web.id — Halaman Universitas Singaperbangsa Karawang (Unsika)...

Jalan Berlubang di Pantura Klari–Jatisari: Ancaman Nyata di Tengah Janji Perbaikan

Karawang | Teraskita.web.id — Sejak Jumat, 20 Februari 2026,...

Lapas Kelas IIA Karawang Siapkan Petugas Jaga Stabilitas Selama Ramadhan

Karawang | Teraskita.web.id – Menjelang bulan suci Ramadhan 1447...

Icang Rahardian Instruksikan Kepung Unsika Jika Tak Ada Permintaan Maaf

Jakarta | Teraskita.web.id — Ketua Umum Ikatan Wartawan Online...

Angkatan ke-30 SMAN 1 Telukjambe Siap Songsong Era Baru Lewat “Altiera”

Karawang | Teraskita.web.id – SMAN 1 Telukjambe Timur yang...

Penghentian Sementara Distribusi Air IPA Tirtajaya Disetop Sementara

Karawang | Teraskita.web.id– Perumdam Tirta Tarum mengumumkan penghentian sementara...
spot_img
spot_img

INSPIRATIF

spot_img

Popular Articles

UMKM