(55) 445 521 455

Mon - Sat 8.00 - 17.00

Denver, Colorado

spot_img
spot_img
spot_img

TOP NEWS

spot_img

BERITA LAINNYA

Kisah Pejuang Wastra Nusantara, Bertahan di Tengah Gempuran Tekstil China

BANDUNG – TERASKITA.WEB.ID – Perempuan berkacamata minus dengan rambut diikat dan anting emas putih di kedua telinganya itu bernama Shinta Paramarti. Wanita bertubuh kurus dan jenjang tersebut merupakan pelaku UMKM yang memperjuangkan produk tekstil lokal dari gempuran produk tekstil China.

Wanita asal Jakarta Timur itu juga aktif membuat produk fesyen dengan menggunakan bahan baku kain nusantara yang berasal dari perajin-perajin kain tradisional yang ada diseluruh Indonesia. Dengan cara itu, kain-kain tradisional terus dipertahankan dan tidak ada lagi yang mengklaim dari negara lain.

“Ini baju bahan bakunya dari batik Yogyakarta, dipadukan dengan kain lurik Klaten,” kata Shinta kepada detikJabar belum lama ini.

Shinta yang merupakan pemilik jenama Kain Indonesia mengungkapkan, menjadi pelaku UMKM dengan menggunakan bahan baku kain nusantara atau wastra Indonesia tidak mudah. Apalagi digempur dengan produk tekstil asal China yang mudah meniru produk-produk fesyen berbahan baku wastra Indonesia.

Baca Juga  Christo Paparkan Strategi WBK Saat Kunjungan Ombudsman RI ke Lapas Karawang

“Kain Indonesia itu banyak sekali ancaman, misal produk tekstil China, ada yang suka meniru, dicetak dan dijual murah, terus negara tetangga ada yang mengklaim seperti songket dan batik, lalu berdampak pada penurunan jumlah perajin karena produknya banyak ditiru,” ungkap Shinta.

Shinta menyebut, produk fesyen yang dibuat secara industri rumahan berbahan baku kain tradisional dari seluruh Indonesia, ada jenis kain tenun seperti motif Sumba, batik Pekalongan hingga batik Cirebon, jumputan Palembang hingga Yogyakarta, lurik Klaten dan masih banyak lagi.

Perpaduan beragam jenis kain yang digunakan dalam produk fesyennya, membuat produk tersebut bisa digunakan oleh berbagai kalangan.

“Produk ini bisa digunakan ke kantor, khususnya karyawan wanita, bisa juga digunakan oleh ASN hingga BUMN, itu target kami. Sekarang juga ada pria dan couple juga bisa,” tuturnya.

Baca Juga  Dari Klarifikasi ke Konfrontasi: Polemik Jurnalis vs Unsika Memanas

“Model banyak sekali, lebih dari 50 model dan kami berusaha untuk ikuti trend,” tambahnya.

Disinggung terkait Menteri Keuangan Purbaya Yudhi Sadewa yang berencana menghentikan impor pakaian bekas atau thrifting. Shinta sangat mendukungnya.

“Sebenarnya thrifting dengan Wastra Indonesia satu industri tapi dua hal berbeda dan pangsa pasar berbeda. Tapi saya dukung, itu untuk menjaga ekosistem Wastra Indonesia,” ucapnya.

Go Internasional

Shinta menuturkan, sebelum memproduksi produk fesyen dan dijualnya, dia sudah sejak lama menyukai dengan wastra Indonesia.

Wanita berumur 44 tahun ini mengaku, berlatarbelakang pendidikan S1 Elektro dan pernah bekerja selama empat tahun di perusahaan IT. Karena kecintaannya dengan Wastra Indonesia, dia pun memilih sekolah lagi di Sekolah Fashion Desain Susan Budihardjo Semarang.

“Ini semua desain saya sendiri, kainnya saya beli dari berbagai daerah. Kita tidak printing, semua kain dan produk para perajin lokal dari berbagai daerah. Turun sejak 2017, produksi dari sejak 2021,” tuturnya.

Baca Juga  Lapas Kelas IIA Karawang Siapkan Petugas Jaga Stabilitas Selama Ramadhan

Shinta sebut, dia tidak memiliki offline store sendiri, bahkan produknya lebih banyak dipasarkan secara online. Meski demikian, produknya sudah banyak digunakan pejabat BUMN hingga istri Wakil Presiden Gibran Rakabuming Raka, Selvi Ananda.

“Banyak yang sudah pakai, pejabat BUMN, sampai ibu Selvi Gibran,” ujarnya.

Tak hanya pameran dalam negeri, produk fesyen Wastra Indonesia miliknya juga sempat beberapa kali mengikuti pameran internasional.

“Salah satunya pernah beberapa kali dibawa ke pameran luar negeri di acara W20 di India dan November ini akan dibawa PT Pertamina ke Belanda,” terangnya.

Meski banyak digunakan pejabat, harga produknya cukup terjangkau. “Harga relatif ya dari Rp150-300 ribuan,” pungkasnya.

(Red)

(Sumber: detikfinance)

TRENDING

Dari Klarifikasi ke Konfrontasi: Polemik Jurnalis vs Unsika Memanas

Karawang | Teraskita.web.id — Halaman Universitas Singaperbangsa Karawang (Unsika)...

Jalan Berlubang di Pantura Klari–Jatisari: Ancaman Nyata di Tengah Janji Perbaikan

Karawang | Teraskita.web.id — Sejak Jumat, 20 Februari 2026,...

Lapas Kelas IIA Karawang Siapkan Petugas Jaga Stabilitas Selama Ramadhan

Karawang | Teraskita.web.id – Menjelang bulan suci Ramadhan 1447...

Icang Rahardian Instruksikan Kepung Unsika Jika Tak Ada Permintaan Maaf

Jakarta | Teraskita.web.id — Ketua Umum Ikatan Wartawan Online...

Angkatan ke-30 SMAN 1 Telukjambe Siap Songsong Era Baru Lewat “Altiera”

Karawang | Teraskita.web.id – SMAN 1 Telukjambe Timur yang...

Penghentian Sementara Distribusi Air IPA Tirtajaya Disetop Sementara

Karawang | Teraskita.web.id– Perumdam Tirta Tarum mengumumkan penghentian sementara...
spot_img
spot_img

INSPIRATIF

spot_img

Popular Articles

UMKM