(55) 445 521 455

Mon - Sat 8.00 - 17.00

Denver, Colorado

spot_img
spot_img
spot_img

TOP NEWS

spot_img

BERITA LAINNYA

“Luar Biasa! Dari Lapas Garut, Produk Sabut Kelapa Warga Binaan Mendunia hingga Korea–Jepang”

GARUT | TERASKITA.WEB.ID — Program pemberdayaan warga binaan melalui pengolahan sabut kelapa di Lembaga Pemasyarakatan (Lapas) Garut terus menunjukkan prestasi membanggakan. Produk olahan berupa coir net dan coco shade kini tidak hanya diproduksi di Lapas Garut, tetapi telah berkembang ke enam Unit Pelaksana Teknis (UPT) pemasyarakatan lainnya di Jawa Barat (04/12/25).

Perkembangan tersebut mendapat dukungan penuh dari Kepala Kantor Wilayah Kementerian Hukum dan HAM Jawa Barat sebagai bentuk komitmen dalam menggerakkan UMKM warga binaan.

Dalam kunjungan ke Lapas Garut, disampaikan bahwa warga binaan yang terlibat dalam produksi bukanlah penjahat, tetapi orang-orang yang dapat dibina dan diberi kesempatan memperbaiki diri. Pemberdayaan ini dinilai sebagai upaya nyata pembinaan yang lebih manusiawi.

Dari Garut ke Cirebon hingga Kuningan

Berbekal dukungan kuat dari Kakanwil, pengolahan sabut kelapa kini telah diperluas ke enam UPT lainnya, yaitu:

Lapas Kelas I Cirebon

LPN Kelas IIA Cirebon

Lapas Indramayu

Lapas Ciamis

Lapas Sumedang

Lapas Kuningan

Perluasan ini menjadikan Jawa Barat sebagai salah satu pusat produksi coir net dan coco shade terbesar di lingkungan pemasyarakatan Indonesia.

Rutin Ekspor ke Spanyol hingga Jepang

Produk warga binaan kini rutin diekspor ke sejumlah negara, seperti Korea Selatan, Spanyol, Amerika Serikat, dan Jepang. Di Lapas Garut saja, kegiatan ekspor dilakukan dua kali setiap bulan dengan nilai sekitar Rp400 juta per pengiriman.

Jika ditotal, nilai ekspor mencapai sekitar Rp800 juta per bulan.

Wujud Nyata Dukungan Program Nasional

Program ini merupakan bentuk nyata komitmen Kakanwil Pemasyarakatan Jawa Barat dalam mendukung Asta Cita Presiden serta 13 Program Akselerasi Menteri Imigrasi dan Pemasyarakatan.

Warga binaan tidak hanya mendapatkan kesempatan bekerja, tetapi juga menerima upah dan tambahan remisi sebagai bentuk penghargaan atas perilaku baik.

Keberhasilan ini menjadikan Jawa Barat sebagai contoh nasional dalam implementasi pembinaan yang produktif, modern, dan berorientasi pada pemberdayaan ekonomi.

TRENDING

‎QNF Chapter 5 Hadir Lebih Spektakuler, Gabungkan Musisi Pop, Rock, Folk dan Indie

QNF CHAPTER 5 HADIR LEBIH BESAR, HADIRKAN 10 LINE...

Anggota DPRD Karawang H. Erick Heryawan: Saatnya Pemerintah dan Masyarakat Besarkan GOKAR

Karya Anak Daerah Harus Didukung, H. Erick: GOKAR Bisa...

Tidak Menolak Hadiah Konsumen, Indomaret Karawang Jelaskan Mekanisme Program Teh Pucuk Harum

KARAWANG | teraskita.web.id | Menanggapi pemberitaan yang telah dipublikasikan...

Hadiah Promosi Teh Pucuk Harum Tak Bisa Diklaim di Indomaret, Ini Pengakuan Pelanggan

Pelanggan Kecewa Hadiah Teh Pucuk Harum Ditolak Indomaret Green...

‎PT. Saiko Mezasu Sejahtera: Generasi Muda Harus Kompeten, Berkarakter, dan Menguasai Bahasa Asing

KARAWANG | teraskita.web.id |  Pelaksanaan Lomba Kompetensi Siswa (LKS)...

‎Syuhada Wisastra GOKAR Hadir Mendukung Pendidikan Vokasi dan Pengembangan Talenta Digital Karawang ‎

KARAWANG | teraskita.web.id | Dukungan terhadap penyelenggaraan Lomba Kompetensi...
spot_img
spot_img

INSPIRATIF

spot_img

Popular Articles

UMKM