(55) 445 521 455

Mon - Sat 8.00 - 17.00

Denver, Colorado

spot_img
spot_img
spot_img

TOP NEWS

spot_img

BERITA LAINNYA

Rupiah Tetap Stabil di Tengah Arus Keluar Dana Asing dari Pasar Keuangan

TERASKITA.WEB.ID – BUKITTINGGI, KOMPAS.com – Nilai tukar rupiah melemah 2,91 persen terhadap dollar AS sepanjang tahun 2025 dan sempat menyebtuh level tertinggi Rp 16.891 per dollar AS pada 8 April. Namun fluktuasi rupiah dinilai lebih stabil di tengah aliran modal asing keluar (outflow) dari pasar keuangan Indonesia akibat ketidakpastian global. Ekonom Bahana TCW Investment Management Emil Muhamad mengatakan, stabilitas rupiah saat ini jauh lebih kuat dibanding beberapa tahun lalu.

Ketahanan rupiah saat ini merupakan hasil transformasi ekonomi yang terus berjalan, termasuk melalui peningkatan investasi langsung (foreign direct investment/FDI), penguatan ekspor, dan hilirisasi industri. “Memang asing bisa keluar, tapi apa yang terjadi selama beberapa minggu ini? Rupiah kita masih stabil. Ini artinya kita sudah siap menghadapi itu.

Jadi kita tidak selalu panik ketika asing keluar. Kita kembali ke tatanan dunia baru, FDI (foreign direct investment) versus portfolio flow,” ujarnya saat pelatihan wartawan di Bukittinggi, dikutip Minggu (26/10/2025).

Menurutnya, keluarnya investor asing dari pasar keuangan RI bukan disebabkan oleh menurunnya kepercayaan investor terhadap ekonomi Indonesia. Melainkan karena tingkat imbal hasil (yield) obligasi domestik yang relatif rendah dibanding negara lain, seperti India. Adapun yield obligasi tenor 10 tahun Indonesia saat ini sekitar 5,9 persen sedangkan India mencapai 6,5 persen.

Kondisi ini membuat sebagian investor global lebih tertarik menempatkan dananya di India yang menawarkan imbal hasil lebih tinggi. Namun, Emil menegaskan, keluarnya investor asing kali ini tidak menimbulkan gejolak yang signifikan pada nilai tukar rupiah seperti tahun-tahun sebelumnya.

“Kalau suku bunga terlalu rendah, biasanya asing akan outflow. Dari situ, apakah ada dampak negatif lanjutan? Per hari ini, dampak negatifnya berhenti di asing outflow. That’s it,” tegasnya.

Dia melanjutkan, selama ini pergerakan rupiah kerap sensitif terhadap arus masuk dan keluar dana asing di pasar keuangan, tapi kini dampaknya semakin kecil karena struktur ekonomi Indonesia semakin kokoh berkat hilirisasi.

“Problem kita selama ini adalah kalau asing tiba-tiba risk-off terhadap emerging market, rupiah bisa langsung melompat. Itu seberapa fragile kita dulu versus sekarang. Kenapa? Ini dampak hilirisasi,” ungkapnya. “Ada yang bilang hilirisasi itu tidak inklusif, masyarakat lokal tidak diberdayakan, dan sebagainya.

One of the main objectives dari hilirisasi adalah membuat rupiah kita lebih kuat terhadap fluktuasi capital flow. Agar ketika hari ini bond kita mengalami outflow, rupiah kita tidak terguncang karena kita masih punya cadangan devisa yang tebal,” sambungnya.(Red)

TRENDING

‎QNF Chapter 5 Hadir Lebih Spektakuler, Gabungkan Musisi Pop, Rock, Folk dan Indie

QNF CHAPTER 5 HADIR LEBIH BESAR, HADIRKAN 10 LINE...

Anggota DPRD Karawang H. Erick Heryawan: Saatnya Pemerintah dan Masyarakat Besarkan GOKAR

Karya Anak Daerah Harus Didukung, H. Erick: GOKAR Bisa...

Tidak Menolak Hadiah Konsumen, Indomaret Karawang Jelaskan Mekanisme Program Teh Pucuk Harum

KARAWANG | teraskita.web.id | Menanggapi pemberitaan yang telah dipublikasikan...

Hadiah Promosi Teh Pucuk Harum Tak Bisa Diklaim di Indomaret, Ini Pengakuan Pelanggan

Pelanggan Kecewa Hadiah Teh Pucuk Harum Ditolak Indomaret Green...

‎PT. Saiko Mezasu Sejahtera: Generasi Muda Harus Kompeten, Berkarakter, dan Menguasai Bahasa Asing

KARAWANG | teraskita.web.id |  Pelaksanaan Lomba Kompetensi Siswa (LKS)...

‎Syuhada Wisastra GOKAR Hadir Mendukung Pendidikan Vokasi dan Pengembangan Talenta Digital Karawang ‎

KARAWANG | teraskita.web.id | Dukungan terhadap penyelenggaraan Lomba Kompetensi...
spot_img
spot_img

INSPIRATIF

spot_img

Popular Articles

UMKM