CIKARANG PUSAT | teraskita.web.id | Sebanyak 33 Aparatur Sipil Negara (ASN) Kabupaten Bekasi mempresentasikan beragam inovasi dalam Lomba Anugerah ASN Inovatif Tingkat Kabupaten Bekasi Tahun 2026. Kegiatan tersebut diharapkan bukan sekadar menjadi ajang perlombaan, tetapi juga menjadi wadah untuk melahirkan solusi atas berbagai persoalan yang dihadapi masyarakat.
Lomba yang diselenggarakan Badan Kepegawaian dan Pengembangan Sumber Daya Manusia (BKPSDM) Kabupaten Bekasi itu berlangsung selama 2–4 September 2026 dengan konsep hybrid, yakni secara daring melalui Zoom dan secara luring.
Plt. Kepala BKPSDM Kabupaten Bekasi, Ani Gustini, menyampaikan bahwa Lomba Anugerah ASN menjadi bentuk penghargaan sekaligus parameter untuk melihat berbagai inovasi yang dikembangkan ASN dalam upaya meningkatkan kinerja serta mutu pelayanan kepada masyarakat.
“Lomba Anugerah ASN Tingkat Kabupaten Bekasi telah dilaksanakan sejak tahun 2024. Ini salah satu bentuk tolok ukur dan apresiasi atas inovasi yang telah dilakukan ASN di Kabupaten Bekasi,” ujar Ani saat mewakili sambutan Sekretaris Daerah sekaligus membuka kegiatan di Command Center Diskominfosantik, Kompleks Pemkab Bekasi, Cikarang Pusat, Rabu (2/9/2026).
Ia menegaskan, setiap inovasi yang dihasilkan ASN diharapkan memberikan manfaat yang dapat dirasakan langsung oleh masyarakat. Oleh karena itu, kompetisi tersebut sekaligus diarahkan untuk mendorong ASN meningkatkan profesionalisme, kompetensi, produktivitas, dan kualitas kinerja.
Ani melihat ASN di Kabupaten Bekasi memiliki potensi besar dalam menciptakan berbagai inovasi. Hal itu tercermin dari sejumlah gagasan yang disampaikan peserta dalam kompetisi tahun ini, salah satunya berkaitan dengan pengelolaan sampah.
“Salah satunya tadi ada inovasi pengelolaan sampah di Burangkeng menjadi aspal plastik. Itu salah satu inovasi, mungkin masih banyak inovasi lainnya,” katanya.
Menurutnya, ajang tersebut diharapkan mampu membuka potensi yang dimiliki ASN sekaligus mendorong munculnya generasi baru inovator di lingkungan Pemerintah Kabupaten Bekasi.
“Minimal potensi-potensinya bisa terbuka dan menjawab permasalahan di Kabupaten Bekasi. Mudah-mudahan peluang-peluang ini dengan potensi yang ada bisa terbuka dengan regenerasi yang ikut inovasi sekarang,” ungkapnya.
Ani juga menjelaskan bahwa proses penilaian peserta dilakukan secara objektif dengan melibatkan dewan juri dari sejumlah unsur. Juri tidak hanya berasal dari lingkungan Pemerintah Kabupaten Bekasi, tetapi juga melibatkan Badan Kepegawaian Negara (BKN), perguruan tinggi dan akademisi, Institut Pemerintahan Dalam Negeri (IPDN), serta unsur pemerintahan.
“Namanya lomba pasti ada menang. Kita normatif saja, apa yang dinilai oleh tim tersebut,” jelasnya.
Sementara itu, Kepala Bidang Penilaian Kinerja Aparatur dan Penghargaan BKPSDM Kabupaten Bekasi, Susy Widyasari, mengatakan Lomba Anugerah ASN Kabupaten Bekasi 2026 merupakan pelaksanaan ketiga sejak kegiatan tersebut pertama kali digelar pada 2024.
Menurutnya, kegiatan tersebut menjadi bagian dari upaya pemerintah daerah dalam memberikan pengakuan dan apresiasi terhadap inovasi serta dedikasi ASN. Selain itu, kompetisi juga ditujukan untuk mendorong terciptanya karya-karya yang mampu memberikan kontribusi terhadap pembangunan daerah.
“Pemberian penghargaan kepada ASN adalah salah satu bentuk pengakuan serta apresiasi atas inovasi dan dedikasi Aparatur Sipil Negara,” kata Susy dalam laporannya.
Ia memaparkan, sebanyak 33 peserta yang mengikuti kompetisi tahun ini terbagi ke dalam tiga kategori. Rinciannya, enam peserta berasal dari kategori pejabat administrator, 11 peserta dari kategori pejabat pengawas, serta 16 peserta dari kategori pejabat pelaksana dan pejabat fungsional.
Susy menambahkan, kompetisi tersebut diharapkan mampu memberikan motivasi kepada ASN agar terlibat aktif dalam pembangunan, meningkatkan prestasi dan kinerja, sekaligus membangun sikap keteladanan di lingkungan birokrasi.
“Tujuannya untuk memberikan motivasi agar ASN berperan secara aktif dalam pembangunan dan pelaksanaan kinerja serta prestasi, sekaligus mendorong semangat melahirkan karya-karya yang dapat berkontribusi terhadap kemajuan daerah,” ujarnya.
Dengan menghadirkan berbagai gagasan kreatif dari lingkungan birokrasi, Lomba Anugerah ASN Kabupaten Bekasi diharapkan tidak hanya berakhir pada pemberian penghargaan kepada peserta yang meraih juara.
Inovasi yang dinilai memberikan manfaat serta dampak nyata bagi masyarakat diharapkan dapat terus dikembangkan dan diimplementasikan. Dengan demikian, berbagai terobosan tersebut dapat turut mendukung peningkatan kualitas pelayanan publik di Kabupaten Bekasi.








