KARAWANG | teraskita.web.id | Kebutuhan darah bagi pasien menjadi perhatian RSUD Karawang seiring mulai beroperasinya Unit Pengelolaan Darah (UPD) secara mandiri pada Agustus 2026. Kehadiran unit tersebut diharapkan dapat memperkuat ketersediaan darah sekaligus mendukung pelayanan transfusi bagi pasien.
Sebagai bagian dari upaya memenuhi kebutuhan tersebut, UPD RSUD Karawang menggelar aksi donor darah perdana dalam rangka memperingati Hari Ulang Tahun (HUT) ke-81 Republik Indonesia, Kamis (20/8/2026).
Kegiatan yang mengusung tema “Ayo Donor! Pejuang Donor Selamatkan Sesama, Sehatkan Negeri” itu diikuti oleh sejumlah karyawan RSUD Karawang.
Kepala UPD RSUD Karawang, dr. Frida Sunarto, Sp.PK., Subsp.P.I.(K), M.Kes., mengatakan kegiatan tersebut menjadi momentum penting setelah RSUD Karawang resmi memiliki unit pengelolaan darah yang dikelola secara mandiri.
“RSUD Karawang sudah resmi memiliki Unit Pengelolaan Darah secara mandiri dan mulai beroperasi pada bulan Agustus ini,” ujar Frida.
Menurut Frida, keberadaan UPD menjadi langkah penting untuk membantu memenuhi kebutuhan darah bagi pasien di RSUD Karawang. Dalam satu bulan, kebutuhan darah di rumah sakit diperkirakan mencapai sekitar 1.800 hingga 2.000 kantong.
Frida menjelaskan, UPD RSUD Karawang mulai beroperasi setelah rumah sakit memperoleh Perizinan Berusaha untuk Menunjang Kegiatan Usaha (PB-UMKU) penyelenggaraan Unit Pengelolaan Darah yang diterbitkan pada 27 Juli 2026.
Untuk menunjang pelayanan, UPD RSUD Karawang diperkuat dua dokter, empat petugas teknis transfusi darah, lima tenaga analis, serta satu orang sopir. Seluruh tenaga yang bertugas telah memiliki sertifikasi sesuai dengan kebutuhan pelayanan unit pengelolaan darah.
Frida juga menyampaikan apresiasi kepada Pemerintah Kabupaten Karawang dan manajemen RSUD Karawang atas dukungan terhadap operasional UPD.
“Kami mengucapkan terima kasih kepada Bapak Bupati Karawang yang telah memberikan satu unit mobil operasional, serta kepada manajemen RSUD Karawang yang telah mengurus seluruh perizinan dan menyediakan berbagai peralatan operasional UPD hingga akhirnya bisa berjalan,” katanya.
Menurutnya, dukungan tersebut menjadi bagian penting dalam memastikan pelayanan UPD dapat berjalan dengan baik dan mampu memenuhi kebutuhan darah pasien.
Keberadaan UPD secara mandiri diharapkan dapat membantu RSUD Karawang menjaga ketersediaan darah sekaligus memperkuat pelayanan transfusi bagi masyarakat yang membutuhkan.
Frida pun mengajak masyarakat untuk turut berpartisipasi dalam donor darah melalui UPD RSUD Karawang. Keterlibatan masyarakat dinilai penting untuk menjaga ketersediaan stok darah bagi pasien.
“Dengan adanya UPD di RSUD Karawang, kami berharap kebutuhan darah dapat terpenuhi. Kami juga membuka kesempatan kepada masyarakat yang ingin mendonorkan darahnya di UPD RSUD Karawang,” pungkasnya.
Melalui kegiatan donor darah perdana tersebut, UPD RSUD Karawang tidak hanya memperingati HUT ke-81 RI, tetapi juga mendorong kepedulian masyarakat dan semangat gotong royong dalam membantu memenuhi kebutuhan darah bagi pasien.








