(55) 445 521 455

Mon - Sat 8.00 - 17.00

Denver, Colorado

spot_img
spot_img
spot_img

TOP NEWS

spot_img

BERITA LAINNYA

Komunitas Masagi Cibogo Olah Limbah Kresek Jadi Produk Bernilai Guna

KOTA BANDUNG | teraskita.web.id | Pemerintah Kota (Pemkot) Bandung mendorong pengelolaan sampah berbasis masyarakat melalui pemanfaatan kantong kresek bekas menjadi produk bernilai guna.

 

Komunitas Masagi Cibogo mengolah limbah tersebut menjadi dompet, tas belanja, tas laptop, dan alas duduk untuk mengurangi timbulan sampah.

 

Komunitas dari Kampung Cibogo, RT 04 RW 04, Kelurahan Sukawarna, Kecamatan Sukajadi, memperkenalkan produknya di Festival Seni dan Budaya Tamansari 15/8/2026.

 

Anggota Komunitas Masagi Cibogo Enung Siti Oliah mengatakan pengolahan dilakukan melalui proses penganyaman hingga menghasilkan berbagai barang yang dapat digunakan kembali.

Baca Juga  GOKAR Perluas Digitalisasi UMKM Karawang, Kasir Gratis Diperkenalkan di Purwasari

 

“Kami menjual produk olahan dari limbah kantong kresek bekas. Kami olah, anyam, dan setelah anyaman jadi, dibuat menjadi produk-produk berguna,” ujar Enung.

 

Pengolahan tersebut membantu mengalihkan kantong kresek dari tempat pembuangan sementara sekaligus membuka peluang pemanfaatan ekonomi bagi masyarakat.

 

“Semata-mata hanya ingin salah satunya itu untuk mengampanyekan bahwa warga masyarakat harus bertanggung jawab atas sampahnya,” ungkapnya.

 

Dompet berbahan anyaman kantong kresek menjadi salah satu produk yang paling diminati masyarakat dalam kegiatan tersebut.

 

Produk lainnya meliputi tas belanja, tas laptop, serta anyaman berukuran sekitar 40×40 sentimeter untuk alas duduk atau tikar.

Baca Juga  Bukan Sekadar Transportasi Online, GOKAR Ikut Dukung Event dan Kuliner Lokal Karawang

 

Harga produk berkisar Rp75.000 hingga lebih dari Rp200.000 tergantung jenis, tingkat kesulitan, dan waktu pengerjaannya.

 

Enung menjelaskan sebagian besar proses produksi masih dilakukan manual sehingga membutuhkan ketelitian dan keterampilan warga.

 

“Kalau untuk menganyam, ada yang bisa sehari, ada yang bisa seminggu. Khususnya untuk kantong belanja itu kurang lebih dua mingguan untuk sampai jadi, dari mulai menganyam sampai jadi tas seperti ini,” jelas Enung.

 

Pembuatan tas belanja membutuhkan waktu berbeda pada setiap bagian, dengan badan tas dapat memerlukan sekitar satu minggu untuk dianyam.

Baca Juga  K2M Karawang Dipadati Pengunjung, Pelaku UMKM Berharap Aktivitas Terus Meningkat

 

Pemanfaatan limbah tersebut menunjukkan pengelolaan sampah dapat menghasilkan produk kreatif sekaligus meningkatkan kesadaran masyarakat terhadap tanggung jawab lingkungan.

 

Kegiatan komunitas juga membuka peluang ekonomi dengan mengubah bahan yang sebelumnya dianggap tidak bernilai menjadi barang yang dapat digunakan dan dipasarkan.

 

Pemkot Bandung mendorong praktik serupa agar pengurangan sampah berjalan bersama pemberdayaan masyarakat dan pengembangan produk kreatif berbasis lingkungan.

 

(Diskominfo Kota Bandung/bhf)

 

Editor: Humas Jabar

TRENDING

Kompol H. Satori Raih Penghargaan atas Dedikasi dan Kontribusi untuk Ponpes Tangkub Jayul Alam

KARAWANG, | teraskita.web.id | Peringatan Hari Santri Nasional (HSN)...

Pengawalan IWO Indonesia, Penyelidikan Dugaan Penipuan di Karawang Berlanjut

KARAWANG | teraskita.web.id | Satuan Reserse Kriminal (Satreskrim) Polresta...

Karawang Raih Penghargaan Sangat Baik, Investasi Tembus Rp20,43 Triliun

KARAWANG | teraskita.web.id | Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Karawang kembali...

Tridjaya Tani Bangun Kemitraan dengan Petani untuk Mendorong Pertanian Berkelanjutan

SUBANG | teraskita.web.id | Tridjaya Tani mendorong penguatan sinergi...

Kejari Karawang Sita Aset Kasus Dugaan Korupsi KPR Bank Himbara, Ini Rincian Tanahnya

KARAWANG | teraskita.web.id | Kejaksaan Negeri (Kejari) Karawang menyita...

Pemkab Karawang Salurkan 2.200 Alat Produksi untuk UMKM Naik Kelas

KARAWANG | teraskita.web.id | Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Karawang melalui...
spot_img
spot_img

INSPIRATIF

spot_img

Popular Articles

UMKM