CIKARANG BARAT | teraskita.web.id | Komisi Perlindungan Anak Daerah (KPAD) Kabupaten Bekasi terus memperkuat upaya pencegahan bullying di lingkungan pendidikan. Sosialisasi dilakukan untuk membangun ruang belajar yang aman, nyaman, sekaligus ramah bagi anak.
Edukasi mengenai pencegahan bullying tersebut digelar di SDN Sukajaya 01, Kabupaten Bekasi, Selasa (15/9/2026). Kegiatan menjadi bagian dari langkah KPAD Kabupaten Bekasi dalam meningkatkan pemahaman dan kesadaran siswa, tenaga pendidik, serta seluruh lingkungan sekolah mengenai bahaya perundungan.
Ketua KPAD Kabupaten Bekasi, Romdoni Sugianto Hasan, menegaskan bahwa tindakan bullying tidak seharusnya dianggap sebagai bentuk candaan maupun kenakalan anak yang biasa. Menurutnya, perundungan dapat memberikan dampak terhadap kondisi psikologis serta proses perkembangan anak.
“Bullying bukan sekadar bercanda. Kita harus bersama-sama mencegahnya sejak dini agar anak-anak dapat belajar dengan aman, nyaman, dan tanpa rasa takut,” ujar Romdoni dalam kegiatan tersebut.
Ia menjelaskan, upaya mencegah bullying membutuhkan keterlibatan berbagai pihak. Tidak hanya siswa dan guru, tetapi juga orang tua serta masyarakat memiliki peran dalam menciptakan lingkungan yang mampu melindungi anak.
Sekolah, kata Romdoni, diharapkan dapat menjadi ruang yang memberikan perlindungan kepada peserta didik sekaligus menjadi tempat bagi anak untuk tumbuh dan berkembang secara positif.
Ia menambahkan, edukasi tentang bullying perlu diberikan secara terus-menerus. Dengan demikian, anak-anak dapat mengenali berbagai bentuk perundungan, baik berupa tindakan verbal, fisik maupun perilaku sosial yang dapat memberikan dampak negatif kepada teman sebaya.
“Anak-anak harus diajarkan untuk saling menghargai, tidak merendahkan teman, dan berani melapor apabila melihat atau mengalami tindakan perundungan,” katanya.
Menurut Romdoni, KPAD Kabupaten Bekasi akan terus mendorong pelaksanaan edukasi dan sosialisasi serupa di berbagai satuan pendidikan. Upaya tersebut dinilai menjadi bagian penting dalam membangun budaya sekolah yang menjunjung tinggi penghormatan terhadap hak-hak anak.
Melalui kegiatan yang dilakukan secara masif dan berkelanjutan, KPAD berharap lingkungan pendidikan di Kabupaten Bekasi tidak hanya berfokus pada pencapaian akademik. Sekolah juga diharapkan mampu memberikan rasa aman dan mendukung proses tumbuh kembang anak secara optimal.
“Sekolah harus menjadi tempat anak merasa aman, dihargai dan didukung untuk berkembang. Karena itu, pencegahan bullying harus menjadi tanggung jawab kita bersama,” tutupnya.








